Title : Evening Sky (Part 1)
Author : AnnastasXiah
Author : AnnastasXiah
Cast : Cho
Kyuhyun
Lee Sungmin
Shin Donghee ( as Dr.Shin)
Lee Sungmin
Shin Donghee ( as Dr.Shin)
And other…
Sinar
matahari pagi yang sangat indah mengusik ketenangan seorang namja muda yang
masih tertidur di kamarnya . dia mengerjapkan matanya lalu melihat kearah
jendela kamarnya yang sudah terbuka. Dan ia melihat sesosok namja imut yang
berdiri di dekat jendela, ia pun langsung duduk di tempat tidurnya.
“Sungmin
hyung……sedang apa disana…” kata pemuda
yang baru saja bangun itu.
“Sebaiknya kau cepat mandi Kyu..ini
sudah jam 6 pagi,sebentar lagi kita berangkat ke kampus.” Jawab namja imut yang
ternyata adalah hyung-nya.
“AIGO!!
Baiklah hyung ! tunggu aku !” teriak namja itu. Ia pun langsung berdiri lalu
berlari ke kamar mandi yang ada di kamarnya.
Nama lengkapnya Cho Kyuhyun. Dia
adalah anak terakhir dari 3 bersaudara. Hyungnya adalah Cho Sungmin,dan ibunya
adalah Jung Ryeo Na,dan Hyung nya yang kedua adalah Cho Tae Yoon,tetapi Tae
Yoon sudah meninggal sejak Kyuhyun berumur 7 tahun. Ibunya sangat menyayangi
Sungmin,walaupun terkadang Sungmin salah bertindak,tetapi ibunya tetap
membelanya. Lain halnya dengan Kyuhyun. Setiap kali kyuhyun mengerjakan
sesuatu,ibunya selalu menganggapnya salah. Ibunya benci dengannya,karena ibunya
menganggap bahwa Kyuhyun adalah penyebab kematian Tae Yoon.
Kyuhyun menggeser kursi makan dan duduk sambil menunggu
ibunya untuk sarapan,Sedangkan ayahnya masih bekerja di luar negri. Sementara
itu,Sungmin memperhatikan sang adik yang kelihatan sangat murung dan matanya
sembab. Apalagi tubuhnya yang kian kurus,membuat Sungmin makin merasa hawatir
kepada adik satu satunya itu.
“Kyu..matamu
sembab,badanmu semakin kurus..apa kau sakit?” Tanya Sungmin.
“Ah…aniyo,Hyung..aku tidak apa
apa.mungkin karena aku sedikit capek,dan kurang tidur..” jawab kyuhyun dengan
menundukkan kepalanya,entah kenapa kali ini ia tidak berani menatap hyungnya.
“Jangan
berbohong…aku rasa kau sakit…penyakitmu kambuh lagi,kyu ? Jebal..katakan
kepadaku..” Sungmin memohon kepada adiknya.
“Kalaupun dia sakit,berarti bukan
urusan mu,juga bukan urusanku. Lagipula,tidak mungkin dia sakit,setiap hari aku
memberinya makan. Dan kalaupun sakit,berarti dia yang harus menanggungnya
sendiri,karna itu tubuhnya dan bukan urusanku. Sekarang cepat habiskan sarapan
mu dan pergi kuliah..” omel Ny.Cho yang tiba tiba saja datang.
Kyuhyun semakin merundukkan kepalanya.
Matanya panas,mungkin cairan itu akan menetes lagi karena baru saja ia
mendengar kata kata pedas yang keluar dari ibu kandungnya sendiri. Dia pun
menutup mukanya ,lalu berusaha menahan tangisnya walaupun itu sangat susah.
Kyuhyun pun berdiri dan langsung menyambar tasnya yang ada di kursi. Lalu ia
berjalan meninggalkan ruang makan.
“Eomma…kasihan
Kyuhyun..” kata sungmin sebelum ia pergi mengikuti Kyuhyun. Ny.Cho hanya terdiam
dengan gaya angkuhnya.
Kyuhyun terus berlari keluar rumah dan pergi ke halte bis
yang ada di jalan raya,dekat dengan rumahnya. Sementara itu,Sungmin masih
mengejarnya. Kyuhyun pun memperlambat langkah kakinya karena tiba tiba kepalanya
terasa sangat sakit. Air matanya pun terus mengalir deras karena menahan sakit kepalanya
itu. Iya memegang kepalanya dan berusaha untuk tetap berjalan. Untung saja
Sungmin melihat adiknya merintih kesakitan di pinggiran jalan,ia pun segera
berlari dan menolong adiknya itu. Ia memeluk adiknya dengan erat.
“Omo..Kyuhyunie,gwaenchana?” Tanya Sungmin sambil menolong
adiknya untuk berdiri.
“Gwaen..cha..n..na..yo..Hyung…”
jawab Kyuhyun dengan terbata bata.
“Kau
hari ini tidak usah masuk kuliah ya..kau istirahat saja dirumah..aku akan
mengantarmu pulang.” Kata Sungmin.
“Andwaeyo,Hyung..” ujar Kyuhyun
sambil mencoba berdiri.
“Tapi
kau sakit,badan mu panas,Kyu.” Kata Sungmin.
“Andwayo……Andwaeyo…aku tidak
mau…eomma..marah…Jebal…jangan antar aku pulang..” pinta Kyuhyun.
“Baiklah,Kyu..tapi
telfon aku kalau kau merasa sakit lagi.” Kata Sungmin.
“Araseo,Hyung..”
{Kyuhyun’s POV}
Air mataku terus mengalir deras
semenjak aku meninggalkan rumah. Kata kata eomma membuat ku semakin sakit.
Entah kenapa aku diperlakukan seperti ini,padahal aku dan sungmin hyung sama
sama anak kandungnya. Tapi dia terlihat sangat benci kepadaku.
Sakit di kepalaku semakin menjadi.
Setiap harinya aku semakin merasakan sakit yang berbeda beda,apa ini pertanda
bahwa sebentar lagi aku akan bertemu dengan Taeyoon hyung dan juga Tuhan? Aku
harap dugaanku benar. Aku tidak sanggup kalau harus terus hidup , tapi dibenci
oleh ibu sendiri. Tapi sampai sekarang aku belum tau apa jenis penyakit yang
aku idap sekarang ini. Bahkan aku belum memeriksanya ke dokter.
Di kampus…aah…sangat sepi kalau
masih jam 7. Bahkan aku belum melihat teman teman ku. Dimana
Kibum,Ryeowook,Henry,Jonghyun..dan..ah..aku bertemu salah satu temanku,
Choikang Changmin.
“YAA,Changmin
! cepat kemari !”
“Ya! Setan gila ? kau kah itu..?
hahahahahaha” sahut changmin sambil tertawa.
“Kau
yang setan..haha…ini keajaiban..kau datang cepat sekali hari ini,apa setan yang
ada di dalam tubuhmu itu sudah pergi,uh? Dan kau sekarang berubah manjadi
malaikat Changmin,uh? Hahahahahaha… menakjubkan” aku meledeknya dengan lidah ku yang terkenal tajam. Tajam? Mungkin
pewarisan sifat dari Eomma..hahaha.
“Dasar setan..tidak..Noonaku yang
mengantarku,makanya aku cepat. Hmm…Kyu ! kau sangat pucat..apa kepalamu masih
sakit? Atau asma mu kambuh?” Tanya Changmin dengan wajah bodohnya.
“Ah..Ani..sudahlah,aku
tidak suka membahasnya.” Jawabku. Ya..aku sangat malas untuk membahas ini..
“Baiklah…tapi jangan sungkan
mengatakan sakit kalau kau benar benar sakit,Kyu. Jangan dipendam… aku tidak
mau sahabatku sakit…” kata Changmin. Raut wajahnya menggambarkan dia sedang
sangat hawatir.
Changmin pun merangkul ku dan
mengajakku untuk berjalan di sekitar kampus sambil melihat tebing buatan yang
akan kami pakai untuk praktek memanjat tebing nanti. Itu adalah alah satu
praktek dari komunitas yang sedang aku jalani di kampus,yaitu komunitas
Pencinta Alam. Tebing buatan itu lumayan tinggi,dan seketika aku kedua kaki ku
melemah karena aku membayangkan seandainya aku jatuh saat memanjat tebing
nanti.
Setelah cukup lama berjalan di
sekitar kampus, kami pun melihat teman teman kami yang lainnya. Jonghyun,
Kibum, dan Ryeowook. Kami pun mempercepat langkah kami untuk segera berkumpul
dengan teman satu perjuangan kami itu. Bahkan dari jauh,sudah terlihat mereka
tersenyum lebar kepada kami. Tapi,terlihat sedikit raut wajah hawatir mereka
saat melihat ku.
Kami pun berkumpul bersama. Bahkan
baru saja bertemu,kami sudah tertawa. Entah apa yang kami
tertawakan..tapi..ah,sudahlah. Justru ini lebih baik dari pada kami hanya
berdiam diri. Jonghyun melihat wajahku dengan seksama. Sedang apa dia..apakah
dia terpesona melihat wajahku yang tampan ini?! Mungkin saja…lagi pula,itu
adalah fakta bahwa aku tampan dan memiliki charisma yang kuat.hahaha..
“Kau
sakit,Kyu?” Tanya Jonghyun dan Ryeowook hampir bersamaan.
“Ani..”
jawabku. God..kenapa mereka menanyakan hal yang sama seperti Changmin dan
Sungmin hyung..apakah wajahku sepucat itu..
“Jinjja?”
Tanya Kibum yang sedikit ragu dengan jawabanku.
“Ne…Umm…aku ke toilet sebentar
ya..” ujar ku. Aku pun segera berjalan
ke toilet.
Aku masih berfikir keras tentang pertanyaan yang dilontarkan
kepadaku . dan semua pertanyaan mereka sama. Apakah aku kelihatan sangat
sakit..Tuhan..apa yang terjadi..
Aku melihat wajahku di cermin yang
ada di toilet. Ternyata mereka benar,wajahku sangat pucat. Bahkan aku seperti
tidak mengenali diriku sendiri. Kepalaku semakin sakit,dan aku bingung..
sebenarnya apa yang sedang terjadi.. aku pun membasuh wajahku agar pikiranku
lebih tenang,lalu aku pergi ke kelas.
{Kyuhyun’s POV End}
Changmin dan ketiga temannya yang lain membahas tentang
Kyuhyun yang semakin hari terlihat seperti orang yang sedang sakit parah.
Mereka bingung dan sedang mencari jawaban tentang anak itu. Biasanya Kyuhyun
adalah orang yang sangat ceria,bahkan sangat jahil, hingga dia dijuluki EVILKYU
oleh teman temannya. Tapi akhir akhir ini dia lebih banyak murung,dan lebih
banyak berdiam diri. Untung saja dia masih bisa tertawa,kalau tidak, hari hari
mereka akan terasa seperti hari tanpa Kyuhyun.
Matahari di siang itu sangat menyengat,tetapi hal itu tidak
menghalangi komunitas pencinta alam untuk berlatih memanjat tebing. Dan di
lapangan itu sudah ada Changmin,Jonghyun,Kyuhyun,dan Kibum. Sementara itu Ryeowook
hanya dapat melihat mereka karena tangannya masih cedera. Dan mulailah giliran
Kibum,dan Kyuhyun yang memanjat tebing itu.
Tidak terasa Kibum sudah hampir sampai di puncak
tebing,sementara itu,Kyuhyun masih jauh dari Kibum. Bahkan masih sangat jauh dari
pertengahan tebing itu. Dia terus berusaha untuk tetap kuat walaupun sekarang
sakit kepala itu mulai datang lagi. Keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya,dan
dia masih bertahan di posisi 1,15 meter dari bawah. Kyuhyun merasa otot otot
tubuhnya semakin melemah,dan akhirnya ia pun terhempas. Untung saja tali pengaman
yang ia pakai tidak sampai putus.
Changmin,Ryeowook,dan
Jonghyun melihat Kyuhyun yang tiba tiba tidak sadarkan diri. Lalu mereka melepas
segala safety stuff dari tubuh Kyuhyun dan bergegas mengantarnya ke rumah
sakit. Untung saja di perjalanan menuju rumah sakit Kyuhyun sadar walaupun
tubuhnya masih sedikit lemah. Ryeowook,Kibum,Changmin,dan Jonghyun sedikit lega
karena melihat Kyuhyun yang sudah sadar. Tapi mereka tetap harus membawa Kyuhyun
ke rumah sakit.
{Kyuhyun’s POV}
Mataku
sedikit berkunang kunang ketika dibuka. Dan tampaklah Ryeowook dan changmin
yang sedang memperhatikanku. Dan mereka bilang aku pingsan saat latihan
memanjat tebing,dan sekarang aku sedang berada di mobil yang dalam perjalanan
menuju rumah sakit. Mungkin organ organ dalamku akan di check dengan
menggunakan x-ray.
Sesampainya
di rumah sakit,aku membuka jaketku,lalu langsung masuk ke ruangan yang
dikhususkan untuk melakukan X-Ray. Aku pun berbaring di alat itu,dan dokter
yang akan memeriksaku melalui monitor. Setelah beberapa lama,aku pun
diperbolehkan keluar.
Aku keluar
dari ruangan itu dan langsung menemui teman temanku. Mereka tampak sangat
hawatir ketika melihatku. Aku takut hal buruk akan terjadi. Aku takut untuk menerima
penyakit yang mungkin parah dan bersarang di tubuhku. Dan 1 hal lagi yang aku
takuti,aku takut penyakit ini akan membuatku meninggal dengan cepat.
Tidak lama
kemudian,dokter yang tadi menanganiku keluar dari ruangannya dan langsung
memanggil namaku. Aku pun berdiri dan berjalan ke ruangan dokter itu,lalu aku
pun masuk.
“Tuan Cho
Kyuhyun,silahkan duduk disitu dan relax kan pikiranmu..” kata Dr. Shin
kepadaku.
“Dokter, apa yang terjadi?” Tanya
ku.
“
Begini tuan..melalui sinar X-Ray tadi,kami menemukan sel kanker yang ada di otak
mu. Kanker ini terus menyebar ke hampir seluruh tubuhmu. Dan..kankermu sudan
menginjak stadium 3. Kau masih mempunyai harapan hidup yang bisa dibilang
lumayan kecil,tapi jika kau mau melakukan pengobatan secara rutin,mungkin kanker
ini akan terus berkurang,dan mungkin akan hilang.” Ujar dokter itu dengan
sangat jelas.
“Ka..kan..kanker..?” Tanya ku
kepada dokter itu. Aku sangat shock.
“Benar,tuan
Cho. Anda mengidap kanker otak,stadium 3.” Ujar sang dokter.
“Lalu..apa yang harus aku
lakukan?” Tanya ku.
“Anda
masih bisa melakukan teraphy,tapi saya menganjurkan anda untuk melakukan
operasi secepatnya,sebelum penyakit ini menyebar ke seluruh tubuh anda. Anda
juga harus minum obat secara rutin,Saya akan member resepnya.datang lagi bila
obatnya sudah habis. Saya harap anda bisa sembuh.” Ujar Dr.Shin.
“Ne..Kamsahamnida…” ujar ku.
Aku
pun terdiam. Operasi? Bagaimana aku melakukannya…aku tidak berani menceritakan
hal ini kepada teman temanku,apalagi Sungmin Hyung..atau Eomma. Ah..lebih
baik,aku menyimpan rahasia ini sendirian. Lebih baik penyakit ini berkembang di
tubuhku,lalu aku akan mati perlahan. Aku tidak sabar untuk bertemu Tae Yoon
hyung,dan tentu saja Tuhan. Mungkin ini adalah jalan terbaik agar aku bisa
hidup tenang, sangat sakit bila hidup tetapi dibenci oleh orang yang sangat aku
sayangi.
Aku
pun keluar dari ruangan dokter itu,sambil membawa kertas berisi tulisan tulisan
resep obat. Aku pun melihat teman teman ku yang menungguku sejak tadi,mereka
memandangku dengan raut wajah cemas. Changmin langsung merangkul ku,dan melihat
kearah kertas resep obat yang ku pegang. Ia kembali menatap mataku dengan penuh
kecemasan.
“Kyu…kau tidak apa apa kan?”
Tanya Changmin.
“Ne…Gwaenchanayo..ini
hanya resep obat biasa,tenang saja..” ujar ku. Aku terpaksa membohongi
Changmin.
“Kyu,kami akan mengantarmu
pulang.” Kata Jonghyun.
“Ah..ani..aku
naik Bus saja..” ujar ku.
“Tidak,kali ini kau akan kami
antar pulang.” Ujar Kibum.
“Baiklah…tapi
tunggu,aku akan mengambil obat disana.” Ujar ku sambil menunjuk ke ujung
kanan,tempat apotek resmi rumah sakit ini.
“ne..” kata mereka.
Ingin sekali
aku menangis saat aku lihat wajah teman temanku. Rasanya sangat sakit saat
mendengar vonis dokter bahwa aku mengidap kanker otak,dan aku merasa lebih
sakit saat aku mengingat eomma ku yang tidak peduli kepadaku. Dan sungmin
hyung….aku menyayangimu,dan aku tidak ingin kau tau bahwa aku sakit. Dan di
saat saat seperti ini,aku ingat kepada Taeyoon hyung.
Aku
mengambil obat obatanku,lalu kembali kepada teman temanku,mereka melihatku dan
kami langsung menuju tempat parkir. Kibum membukakan pintu mobil dan menyuruhku
masuk. Ah…disaat aku sakit seperti ini,aku diperlakukan seperti raja oleh teman
temanku,dan inilah yang membuatku semakin sedih.
Aku
merebahkan tubuhku diatas tempat tidurku. Rumahku sedang sepi karena Sungmin
hyung belum pulang,sementara itu,Eomma masih berada di kantor. Aku mengambil
ponselku yang ada di kantong,lalu melihat sebuah pesan masuk,dari Sungmin hyung..ah…baru
saja aku memikirkan dia,dan sekarang dia sudah mengirimku pesan teks. Aku pun
langsung membukanya.
‘Kyunnie..my
cute namdongsaeng..
Hari ini aku akan pulang lebih awal,
mungkin jam 3.15,dan kau harus menungguku dirumah!
Ingat,jangan lupakan aku hanya karena PSP
busukmu itu..hahahaha…
See u at home,saranghae!’
Hari ini aku akan pulang lebih awal,
mungkin jam 3.15,dan kau harus menungguku dirumah!
Ingat,jangan lupakan aku hanya karena PSP
busukmu itu..hahahaha…
See u at home,saranghae!’
Akupun
tertawa kecil membaca pesan dari Hyung ku yang sangat narsis itu,bahkan dia
merasa lebih muda dariku,padahal umur kami berbeda 2 tahun.
Aku
pun bergegas mandi dan mengganti pakaiannku. Lalu aku mengambil PSP yang ada di
lemariku,dan memainkannya. Yeah…Game adalah hal yang sangat membantuku disaat
saat seperti ini. Aku tidak terlalu memikirkan perkataan dokter,bahwa aku
mengidap kanker otak. Kalau sudah begini,apa yang harus aku lakukan? Pengobatan
kah? Apakah itu akan membantu memperbaiki hubunganku dengan Eomma? Tentu saja
tidak..
mungkin bila aku mati, Eomma tidak akan marah setiap hari. Aku tahu,eomma selalu marah saat melihat wajahku karena dia benci kepadaku. Tapi,biarlah… lagi pula,sebentar lagi aku akan meninggal.
mungkin bila aku mati, Eomma tidak akan marah setiap hari. Aku tahu,eomma selalu marah saat melihat wajahku karena dia benci kepadaku. Tapi,biarlah… lagi pula,sebentar lagi aku akan meninggal.
“Kyuhyuniiiieeee!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Suara
Sungmin hyung pun terdengar jelas dari kamarku,tandanya ia sudah pulang. Dan suaranya
menggambarkan kebahagiaan..tidak seperti diriku yang baru saja divonis sakit
keras. Aku pun membuka pintu kamar ku dan mendapatinya sedang tersenyum lebar ke
arah ku sambil menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya. Aku mencoba
melihat,tapi tidak berhasil. Aku pun bertanya.
“Hyung..apa
yang sedang kau sembunyikan?”
“Ah..ani…kau tidak boleh tahu..” ujar Sungmin hyung.
“Jebal…beritahu
aku….”
“Tadaaa…!!” Sungmin hyung
memperlihatkan benda itu.
“dua
kotak jjangmyun ?” Tanya ku.
“Iya Kyu !!! kemarin kau
memintaku untuk membelikanmu Jjangmyun,kan..?” jawabnya.
“Ne,Hyung…Gomawo..”
ujarku . aku tetap tersenyum,walahpun aku sangat tidak berselera makan hari
ini.
Kami
pun masuk ke dalam kamarku,lalu duduk di lantai dan Sungmin Hyung membuka 2
kotak Jjangmyun itu untuknya,dan untuk ku. Lalu ia memberiku sepasang
chopsticks. Ia langsung melahap makanan yang masuk dalam salah satu list
favorite ku itu. Tapi,aku hanya melihatnya makan,lalu melihat kearah Jjangmyunku,aku
sangat tidak berselera. Ingin saja aku meletakkan makanan ini jauh dariku.
Tapi,tiba tiba Sungmin hyung mengagetkan ku.
“Kyu…kenapa
tidak makan? Kau sudah makan siang sebelumnya ?” tanyanya.
“Ani hyung…aku akan memakannya..”
Jawabku. Namun,dengan cepat ia menyuapiku.
“Enak,Kyu?”
tanyanya dengan wajah innocentnya itu. Aku sungguh tidak tega melihatnya.
“Hmm..” aku mengangguk pelan. Aku terpaksa
membohonginya, makanan ini membuat perutku mual. Dan tiba tiba saja kepalaku
kembali terasa sakit.
Aku
tetap mengunyah Jjangmyun itu di dalam mulutku,walaupun kepalaku terasa sangat
sakit. Aku pun bergegas ke dapur untuk mengambil minum,tapi Sungmin hyung
mengikutiku. Aku melihat wajahnya sebentar, perasaan cemas sangat tampak di
wajahnya. Aku semakin takut,aku sangat sedih..ingin sekali aku menangis.
Hyung..tolong aku..
Aku
mempercepat langkahku ke dapur,lalu aku langsung mengambil segelas air. Aku meneguknya
sampai habis,lalu aku terduduk di kursi makan,lalu merundukkan kepalaku. Rasa sakitnya
perlahan lahan hilang. Tapi entah kenapa hidungku terasa panas,seakan akan ada yang
mengalir. Aku pun menegakkan kepalaku,dan aku dikagetkan oleh teriakan Sungmin
hyung.
“Ya!
Kyunie..kau mimisan! Omooo !!!” teriaknya.
Ia pun langsung menampung darah segar yang
mengalir dari hidungku dengan bagian bawah bajunya,aku menegakkan
kepalaku,dan..aku menangis. Ia memelukku dengan erat,tubuhku bergetar,air
mataku mengalir deras. Aku sadar bahwa aku sangat lemah,bahkan karena hal
ini,aku menangis.
“Kyuhyunnie,gwanchanayo?”
Tanya nya saat darah itu seudah berhenti mengalir.
“Ne
hyung,gomawo..” jawabku pelan.
“Kyu…jangan menangis..” ujarnya.
“Hyung…aku
menyayangimu… Jangan tinggalkan aku dalam keadaan apapun, dan jangan lupakan
aku saat aku meninggal nanti,aku menyayangimu..Jeongmal saranghae.” Ujarku,ia
pun memelukku.
“Kau ini kenapa..kau tidak akan
meninggalkan ku. Kau tidak sakit,kan?” Tanya nya. Ia pun berlutut dihadapanku. Matanya
menatap mataku,wajah innocentnya membuatku tidak bisa berkata apa apa.
“Ani
Hyung..” jawabku.
“Kau sakit,Kyu?”
“Aniyo..Hyung…aku
tidak sakit.”
“Jebal…”
“Aku
tidak sakit,Hyung. Tenanglah..”
“Jeongmal..?” tanya nya.
“Ne…Hyung..
Mianhaeyo..”
“Mian? Untuk apa? Kyu…kau tidak
pernah berbuat salah kepadaku..” Ujarnya.
“Saranghaeyo,hyung..”kata
ku. Aku pun memeluknya.
Aku
sangat nyaman berada dipelukan orang yang paling aku sayangi ini. Aku tidak
akan bisa meninggalkannya. God,buatlah kebahagiaan kami ini abadi,aku tidak
bisa meninggalkannya. Tapi,disisi lain aku merasa sangat sedih. Aku takut. Aku sangat
kecewa. Aku mengharapkan kehadiran Eomma disaat aku sedih seperti ini, aku
sangat merindukan pelukan hangatnya saat ia belum membeciku. Taeyoon
hyung,tolonglah aku.God,tolong berikan Eommaku kesadaran agar ia bisa
menyayangiku lagi..
To Be Continued….
Jeongmal Gomawo buat yang udah baca ^^ Boleh Copy-Paste..Tapi jangan lupa sertakan creditsnya ya..
Ini FF ku yang pertama,Author minta maaf banget kalo FF nya jelek..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar